Opini  

Membidas Kebohongan-Kebohongan Semiotis

jatiminfo.id
Heri Isnaini.

Mungkin yang perlu kita curigai bukanlah puisi, bunga, doa, buku, atau lagu romantis, melainkan kecenderungan menjadikan semua itu sebagai topeng untuk menghindari kenyataan. Sebab tanda dapat membantu kita membaca dunia, tetapi ia juga dapat membuat kita tersesat ketika kita berhenti memeriksa apa yang diwakilinya. Dan seorang perayu yang memahami semiotika mungkin mampu menyusun tanda-tanda cinta dengan sangat meyakinkan, tetapi ketulusan tidak selesai pada kecakapan membangun kesan. Ia baru memperoleh makna ketika bahasa, niat, dan tindakan tidak saling menyangkal.

Penulis:

Heri Isnaini, dosen sastra di IKIP Siliwangi, Kota Cimahi, Jawa Barat.

READ -  Tacit Knowledge dan Ketakutan Menjadi Peneori