Opini  

Belajar dari FYP Fenomena Media Sosial yang Canggih

jatiminfo.id
Intan Wulan Dari.

Fenomena TikTok sebagai ruang belajar kini semakin nyata di kalangan mahasiswa. Aplikasi yang awalnya dikenal sebagai hiburan ringan, kini menjelma menjadi medium berbagi pengetahuan, motivasi, bahkan strategi akademik. Halaman For You Page (FYP) yang setiap hari menampilkan beragam konten ternyata bukan hanya sekadar hiburan, melainkan juga sumber inspirasi. Pertanyaannya, sejauh mana mahasiswa bisa memanfaatkan FYP sebagai ruang belajar yang efektif?

FYP: Dari Hiburan ke Ruang Belajar

Tidak bisa dipungkiri, mahasiswa kini banyak menemukan tips akademik melalui FYP. Mulai dari cara mendapatkan IPK tinggi, strategi presentasi, hingga tips berkomunikasi dengan dosen. Data kecil yang dianalisis dari 25 konten menunjukkan dominasi tema akademik: 21% konten membahas IPK tinggi, 16% tips presentasi, dan sisanya terkait pengembangan diri, organisasi, hingga magang. Angka ini memberi gambaran bahwa mahasiswa memang mencari inspirasi akademik di TikTok, bukan sekadar hiburan.

READ -  Mendidik Generasi Alfa dengan Perhatian yang Terdistraksi

Fenomena ini wajar jika melihat betapa dekatnya internet dengan keseharian kita. Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII, 2024) mencatat penetrasi internet nasional mencapai 79,5% atau sekitar 221 juta pengguna. Ketika hampir seluruh mahasiswa terhubung ke internet setiap hari, media sosial otomatis menjadi salah satu pintu utama memperoleh informasi.

Fenomena ini juga menunjukkan adanya pergeseran budaya belajar. Jika dulu mahasiswa mengandalkan buku, jurnal, atau seminar, kini mereka juga membuka TikTok untuk mencari “ilmu instan”. Pergeseran semacam ini sejalan dengan gagasan Kasali (2017) tentang disrupsi, yakni perubahan kebiasaan lama akibat hadirnya teknologi baru. Secara teoretis, kebiasaan ini pun dapat dijelaskan lewat teori belajar sosial Bandura (1977), bahwa manusia belajar dengan mengamati dan meniru perilaku orang lain. Video tentang cara berbicara di depan umum, misalnya, memberi contoh konkret yang mudah ditiru.