Tuban – Perjuangan dan ketekunan mengantarkan Selmitha Dwi Pradestia meraih prestasi membanggakan pada Wisuda ke-24 Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban. Perempuan asal Desa Leran Kulon, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, tersebut berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95 sekaligus menjadi lulusan dengan IPK tertinggi.
Namun, di balik prestasi akademiknya, tersimpan kisah perjuangan dan keteguhan dalam mewujudkan cita-cita. Bagi Selmitha, wisuda bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan momentum untuk menuntaskan harapan mendiang ayahnya yang ingin melihat dirinya menjadi seorang sarjana.

Sebagai anak kedua dari pasangan Parno (alm.) dan Suparti, Selmitha tumbuh dalam keluarga sederhana. Lima tahun lalu, kepergian sang ayah sempat membuatnya kehilangan arah. Ia bahkan berpikir untuk menghentikan pendidikan demi mencari pekerjaan dan membantu ibunya.
“Waktu itu, yang saya pikirkan bagaimana bisa mendapatkan pekerjaan dan membantu ibu. Saya sadar keadaan keluarga sudah berubah setelah ayah meninggal,” ujar Selmitha.
Meski sempat meredup, keinginan melanjutkan pendidikan kembali tumbuh berkat dukungan dan doa sang ibu. Selmitha akhirnya memutuskan mendaftar di Program Studi Pendidikan Ekonomi UNIROW Tuban melalui jalur beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Setelah melalui seluruh tahapan seleksi, ia dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa KIP. Kesempatan tersebut menjadi jalan baginya untuk melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus mewujudkan cita-cita mendiang ayahnya.

