Sumenep – Kinerja Kepala Puskesmas (Kapus) Masalembu, Kabupaten Sumenep, kembali menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah keluhan mencuat, mulai dari dugaan ketidakhadiran pimpinan, keterlambatan pembayaran gaji karyawan, hingga persoalan fasilitas pelayanan kesehatan.
Kondisi tersebut mendorong warga meminta Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Inspektorat segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan persoalan yang berkembang.
Taufan, warga Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, menilai pemeriksaan penting dilakukan agar berbagai keluhan tersebut dapat diklarifikasi secara objektif dan tidak berkembang menjadi isu tanpa kejelasan.
“Inspektorat harus turun dan melakukan pemeriksaan. Kalau memang ada persoalan terkait kedisiplinan, pelayanan maupun administrasi, harus dijelaskan ke publik,” ujar Taufan.
Ia menilai, jika keluhan masyarakat dan persoalan internal terus berulang tanpa ada evaluasi maupun tindakan tegas, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesan adanya pembiaran terhadap kinerja aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Sumenep.
“Jangan sampai masyarakat melihat seolah-olah persoalan ini dibiarkan. Kalau benar ada ASN yang tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya, tentu harus ada evaluasi dan tindakan sesuai aturan,” tegasnya.
Selain persoalan kehadiran kepala puskesmas, keterlambatan gaji karyawan juga menjadi perhatian. Bagi masyarakat, persoalan pembayaran hak pegawai perlu mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai penyebab dan mekanisme penyelesaiannya.

