Opini  

Menunda Tugas: Kebiasaan yang Merugikan Mahasiswa

jatiminfo.id
Zalina Zain.

Menunda tugas menjadi kebiasaan yang hampir dialami oleh semua mahasiswa, termasuk saya sendiri. Sebagai mahasiswa S1 Fisioterapi di UMM, saya beberapa kali menerima tugas dengan tenggat tujuh hari, namun baru saya kerjakan pada H-1 menjelang tengah malam. Kebiasaan ini berawal dari pemikiran bahwa waktu masih panjang, sehingga kegiatan lain yang lebih menyenangkan, seperti membuka media sosial, menjadi prioritas.

Dalam kajian psikologi, perilaku ini dikenal dengan istilah prokrastinasi. Malika (2025) dalam artikelnya di http://JawaPos.com menjelaskan bahwa prokrastinasi tidak selalu disebabkan oleh kemalasan, melainkan juga dapat dipicu oleh rasa cemas, keinginan untuk mencapai kesempurnaan, dan kesulitan dalam mengatur waktu. Oleh karena itu, tulisan ini akan membahas penyebab, dampak, serta upaya yang dapat dilakukan mahasiswa untuk mengatasi kebiasaan menunda.

READ -  Belajar dari FYP Fenomena Media Sosial yang Canggih

Penyebab Menunda Tugas

Penyebab pertama yang saya amati pada diri saya sendiri adalah anggapan bahwa tugas masih dapat diselesaikan nanti. Ketika tenggat masih lama, saya cenderung memilih aktivitas yang memberikan kenyamanan sesaat. Gangguan terbesar datang dari handphone. Sering kali saya sudah membuka laptop untuk mengerjakan tugas, namun notifikasi dari Instagram dan TikTok membuat perhatian saya teralihkan hingga saya malas mengerjakan tugas.

Malika (2025) menjelaskan bahwa otak manusia memang lebih memilih kepuasan yang instan dibandingkan dengan tugas yang membutuhkan usaha mental yang besar. Penjelasan tersebut sesuai dengan apa yang saya alami. Ketika tugas terasa sulit, saya cenderung menghindarinya terlebih dahulu dan beralih ke aktivitas yang lebih mudah. Jika dibiarkan, pola ini akan menjadi kebiasaan yang merugikan.