Opini  

Tacit Knowledge dan Ketakutan Menjadi Peneori

jatiminfo.id
Heri Isnaini.

Namun ia melakukan sesuatu yang secara epistemologis penting: ia berhadapan dengan persoalan konkret, melakukan pengamatan, mencoba, mengalami kegagalan, mengubah perlakuan, mencoba kembali, kemudian memperoleh pengetahuan dari rangkaian pengalaman tersebut. Sebab itu, pertanyaan yang menarik bukan semata-mata apakah Mbah Mujair dapat disebut ilmuwan dalam pengertian akademik, melainkan mengapa kita sering baru merasa yakin bahwa sebuah praktik mengandung pengetahuan setelah praktik itu diterjemahkan ke dalam bahasa teori yang telah kita kenal. Pertanyaan ini membawa kita kepada persoalan yang lebih besar mengenai bagaimana kita selama ini memproduksi, menerima, dan memberi legitimasi kepada pengetahuan.

Di lingkungan pendidikan tinggi, kita memang dibiasakan menjadi pengguna teori. Kita belajar mencari teori, memilih teori, membaca teori, mengutip teori, membandingkan teori, kemudian menggunakan teori tersebut untuk membaca objek penelitian. Semua itu merupakan bagian penting dari tradisi akademik dan tidak ada alasan untuk menolaknya. Persoalannya muncul ketika seluruh perjalanan pengetahuan berhenti pada kemampuan menggunakan teori, seolah-olah tugas intelektual hanya terletak pada menemukan teori yang tepat untuk menjelaskan realitas yang kita hadapi.

READ -  Saat Negara Takut Pada Simbol One Piece, Sementara Bumi Menjerit

Ketika menemukan sebuah fenomena, pertanyaan yang segera muncul biasanya adalah, “Teori apa yang dapat saya gunakan untuk menjelaskan fenomena ini?” Pertanyaan tersebut sah, tetapi ada pertanyaan lain yang jauh lebih jarang kita ajukan, yaitu: “Pengetahuan apa yang sebenarnya terkandung dalam fenomena itu sendiri?” Perbedaannya mungkin hanya terletak pada arah pandang, tetapi konsekuensinya sangat jauh. Pertanyaan pertama membawa teori kepada kenyataan, sedangkan pertanyaan kedua membawa kita memasuki kenyataan untuk mencari kemungkinan konsep, prinsip, dan bahkan teori yang mungkin lahir dari kenyataan itu sendiri.