Opini  

Mendidik Generasi Alfa dengan Perhatian yang Terdistraksi

jatiminfo.id
Heri Isnaini.

Saya kira pertanyaan terakhir jauh lebih penting. Teknologi akan terus berkembang dan distraksi akan semakin beragam. Guru tidak mungkin menghentikan perubahan tersebut. Yang dapat dilakukan pendidikan adalah membantu manusia hidup secara sadar di tengah perubahan itu. Siswa perlu belajar menggunakan teknologi tanpa diperbudak olehnya, memperoleh informasi tanpa kehilangan kemampuan berpikir, dan menikmati hiburan tanpa kehilangan kemampuan untuk bertahan pada sesuatu yang sulit.

Barangkali inilah tantangan sesungguhnya menjadi guru Generasi Alfa. Guru tidak harus menjadi lebih menarik daripada gim, tetapi harus mampu membantu siswa memahami mengapa sesuatu layak diperhatikan. Dalam dunia yang semakin penuh oleh distraksi, pendidikan mungkin bukan lagi sekadar persoalan bagaimana mendapatkan perhatian, melainkan bagaimana mendidik perhatian.

READ -  Pasar Mangkrak dan Akuntabilitas Aset Publik

Sebab informasi akan terus berlimpah, teknologi akan terus berkembang, dan hiburan akan terus menjadi semakin menarik. Yang semakin mahal justru kemampuan manusia untuk berhenti sejenak, memilih sesuatu yang penting, lalu memberikan perhatian secara utuh kepadanya.

Jika pendidikan mampu mengajarkan kemampuan tersebut, barangkali sekolah tidak hanya sedang mengajarkan anak untuk belajar, tetapi juga sedang mengajarkan mereka bagaimana menjadi manusia di tengah dunia yang tidak pernah berhenti meminta perhatian.

Penulis:

Heri Isnaini, dosen sastra di IKIP Siliwangi, Kota Cimahi, Jawa Barat. Heri lahir di Subang pada 17 Juni dan memiliki minat yang mendalam terhadap dunia sastra beserta berbagai kajiannya.