Opini  

Mendidik Generasi Alfa dengan Perhatian yang Terdistraksi

jatiminfo.id
Heri Isnaini.

Siswa yang sering mengalami distraksi digital dalam pelajaran matematika juga memiliki skor matematika rata-rata 15 poin lebih rendah dibandingkan siswa yang hampir tidak pernah mengalami distraksi tersebut, setelah faktor sosial-ekonomi diperhitungkan. Di Indonesia, sekitar 25 persen siswa melaporkan mengalami distraksi oleh perangkat digital dalam sebagian besar atau seluruh pelajaran matematika.

Data tersebut penting bukan untuk membuktikan bahwa telepon genggam adalah musuh pendidikan, melainkan untuk menunjukkan bahwa pengalaman kawan saya bukan persoalan individual seorang guru yang kurang kreatif. Distraksi digital memang telah menjadi persoalan pendidikan yang nyata. Bahkan, OECD menunjukkan bahwa penggunaan perangkat digital secara moderat untuk tujuan belajar dapat berkaitan dengan capaian yang lebih baik, sedangkan penggunaan untuk rekreasi dalam durasi tinggi justru berkaitan dengan hasil yang lebih rendah. Artinya, persoalannya bukan terletak pada teknologi semata, melainkan pada bagaimana teknologi digunakan, untuk tujuan apa, dalam situasi seperti apa, dan sejauh mana siswa mampu mengendalikan penggunaannya.

READ -  Psikologi Kata: Bagaimana Bahasa Membentuk Pikiran yang Sehat?

Di sinilah saya kira kita perlu berhati-hati dengan gagasan bahwa guru harus selalu mampu mengalahkan gim melalui pembelajaran yang lebih menarik. Guru memang perlu menciptakan pembelajaran yang bermakna, interaktif, dan relevan, tetapi pendidikan tidak identik dengan hiburan. Sesuatu yang menarik belum tentu bermakna, sementara sesuatu yang bermakna tidak selalu menarik sejak awal.