Bangkalan – Gelombang protes mengguncang kantor Bank BTN Cabang Bangkalan, Selasa (14/4/2026). Puluhan massa dari Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) turun ke jalan dan menggelar aksi demonstrasi di depan gedung bank pelat merah tersebut. Mereka menyoroti dugaan carut-marut pelayanan perbankan yang dinilai merugikan masyarakat kecil.
Aksi dipimpin langsung Ketua DPD LIRA Bangkalan, Solihin. Dalam orasinya, Solihin mengungkap kasus yang disebutnya sebagai ironi hukum dan kemanusiaan: seorang nasabah bernama Zaenab yang telah meninggal dunia sejak tahun 2020, namun kewajiban angsurannya disebut masih terus berjalan hingga kini.
Menurutnya, selama bertahun-tahun cicilan tersebut justru ditanggung ahli waris. Ironisnya, karena terdapat tunggakan, agunan berupa sertifikat yang dijaminkan almarhumah saat masih hidup kini terancam dilelang oleh pihak bank pada akhir bulan ini.
“Kami hanya memperjuangkan keadilan bagi masyarakat kecil. Kok bisa orang yang sudah meninggal dunia, tapi angsurannya tetap berjalan dan dibebankan kepada ahli waris. Ini persoalan serius yang harus dijelaskan secara terbuka oleh pihak bank,” tegas Solihin di hadapan massa aksi. Selasa (14/04/2026).
Ia mendesak agar rencana lelang terhadap agunan milik almarhumah dibatalkan. Menurutnya, pihak bank seharusnya mengedepankan penyelesaian manusiawi dan memberikan keringanan kepada keluarga yang kini menanggung beban tersebut.
