“Kami siap memberikan informasi yang kami punya. Kami tidak ingin membuat kesimpulan sendiri. Justru kami meminta aparat yang mempunyai kewenangan untuk turun, mengecek lokasi, memeriksa kendaraan, dokumen, sumber BBM dan alur distribusinya. Dari sana akan terlihat apakah memang ada pelanggaran atau tidak,” ujarnya.
Solihin juga mengatakan dalam waktu dekat akan melakukan aksi orasi di depan kantor Mapolres Bangkalan jika tidak ada respon maupun tindak lanjut dari Polres Bangkalan.
“Kami akan terus mengawal persoalan ini. Jika tidak ada kejelasan, kami siap menyampaikan aspirasi secara terbuka di depan Mapolres Bangkalan. Ini bagian dari fungsi kontrol sosial kami,” pungkas Solihin.
Hingga berita ini ditulis, dugaan aktivitas penimbunan solar subsidi tersebut masih berupa informasi dan temuan versi LIRA yang memerlukan verifikasi serta pendalaman aparat penegak hukum. Belum ada putusan atau penetapan hukum yang menyatakan pihak tertentu bersalah dalam perkara tersebut.

