Selain itu, PUPR diminta memastikan seluruh alat berat memiliki sistem pemeliharaan dan pencatatan kondisi yang jelas, termasuk biaya perawatan, perbaikan, bahan bakar dan biaya operasional lainnya.
Menanggapi sorotan terkait kondisi jalan, Sekretaris Dinas PUPR Pamekasan, Muhammad Fauzi, mengatakan kondisi kerusakan jalan tidak dapat langsung digeneralisasi sebagai akibat dari pekerjaan pemeliharaan yang tidak maksimal.
Menurut Fauzi, diperlukan kajian teknis untuk mengetahui penyebab suatu ruas jalan kembali mengalami kerusakan dalam waktu relatif singkat setelah dilakukan pemeliharaan.
“Temuan teman-teman di lapangan itu tentu tidak bisa digeneralisir. Tentu harus ada kajian teknis, kenapa pada akhirnya proses pemeliharaan rutin jalan itu seolah-olah dalam durasi waktu pendek mengalami kerusakan kembali,” kata Fauzi.
Ia menegaskan, kondisi tersebut juga tidak dapat langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa pekerjaan yang dilakukan PUPR tidak maksimal.
“Tentu tidak bisa di-justifikasi seolah-olah kita tidak bekerja maksimal,” ujarnya.
Fauzi menambahkan, persoalan teknis terkait kondisi jalan nantinya dapat dijelaskan lebih rinci oleh bidang Bina Marga.
Menurut pihak PUPR, kerusakan jalan dapat dipengaruhi berbagai faktor sehingga diperlukan pemeriksaan teknis untuk mengetahui penyebabnya secara pasti.
Forum Mahasiswa Pantura berharap tuntutan yang mereka sampaikan dapat ditindaklanjuti secara transparan oleh PUPR Pamekasan, khususnya terkait penggunaan anggaran pemeliharaan jalan dan pengelolaan aset daerah.

