Jika tenaga yang memiliki tugas dan kompetensi di bidang gizi tidak dilibatkan secara optimal, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan dalam pengelolaan dan pengawasan program.
Masyarakat tentu berharap program PMT dilaksanakan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan. Jangan sampai program yang menyangkut kebutuhan gizi ibu dan anak justru terkesan dijalankan tanpa pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas.
Persoalan ini juga membutuhkan penjelasan dari Kepala Puskesmas Masalembu serta Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

