Jadi tenaga dari mereka ikut bersama-sama dengan masyarakat,” ujar KH. Kholilurrahman.
Ia menilai keterlibatan langsung masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan TMMD. Dengan semangat gotong royong, pembangunan yang dilakukan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Dandim 0826/Pamekasan Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko mengatakan, Desa Jarin dipilih karena dinilai masih membutuhkan perhatian dan sentuhan pembangunan.
“Kami lihat tempat ini cukup tertinggal sehingga butuh sentuhan TMMD,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa TMMD bukan hanya menjadi program TNI, melainkan merupakan program yang harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam menyukseskan pembangunan desa. Masyarakat diharapkan ikut berpartisipasi karena hasil pembangunan tersebut nantinya akan digunakan dan dirasakan langsung oleh warga.
“TMMD bukan cuma kita yang punya. TMMD ini milik seluruh lapisan masyarakat, dan masyarakat bisa ikut membantu semuanya dengan bergotong royong,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh pembangunan yang dilakukan melalui TMMD harus memiliki manfaat dan nilai guna bagi masyarakat.
“Desa ini milik bersama, milik kita semua. Akan dipakai oleh masyarakat desa, sehingga apa yang kita lakukan nantinya harus bermanfaat dan harus memiliki nilai guna untuk masyarakat desa itu sendiri,” pungkasnya.

