Pembangunan Kawasan Industri Wiraraja di Bangkalan harus digugat jika ia menuntut tumbal berupa hilangnya identitas kultural dan kedaulatan ekologis Madura. Menolak reduksi manusia menjadi sekadar komoditas tenaga kerja adalah langkah awal menegakkan etika pembangunan. Jika negara terus memaksakan kehendak makro-kapitalistik ini tanpa redistribusi kuasa prosedural yang tulus kepada masyarakat lokal, maka jargon “pemerataan ekonomi” tak lebih dari sekadar eufemisme untuk kolonisasi ruang hidup internal domestik yang merampas masa depan generasi Madura.
Penulis:
Masduki Fadli, pengamat kebijakan publik Kabupaten Bangkalan.

