Sekolah Advokasi Digelar Dua Hari, BEM STAIDA Dorong Kesadaran Hak dan Kebijakan Kampus

jatiminfo.id
Presma STAIDA Memberikan Cendramata Kepada Pemateri, Samsul Arif Marla yang menjabat anggota DPRD Bangkalan Komisi II. (Foto : Jatiminfo.id).

Bangkalan – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) kabinet Satya Adhikari STAI Darussalam Bangkalan sukses menyelenggarakan kegiatan Sekolah Advokasi selama dua hari. Sabtu–Minggu.(24-25/1/26).

Kegiatan ini mengusung tema “Diskursus Kemahasiswaan: Advokasi Hak dan Kebijakan Kampus” sebagai upaya memperkuat kapasitas kritis dan keberpihakan mahasiswa terhadap isu-isu kebijakan, baik di lingkungan kampus maupun sosial kemasyarakatan.

Presiden Mahasiswa BEM STAI Darussalam Bangkalan, Ahmad Fawaid, menyampaikan bahwa Sekolah Advokasi ini menjadi ruang strategis untuk membangun kesadaran mahasiswa agar tidak hanya aktif secara akademik, tetapi juga mampu membaca, mengawal, dan memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada keadilan.

“Sekolah advokasi ini kami rancang sebagai ruang dialektika dan penguatan nalar kritis mahasiswa, agar advokasi tidak berhenti pada aksi simbolik, tetapi berbasis analisis, data, dan keberpihakan yang jelas terhadap hak-hak mahasiswa serta masyarakat,” ujar Ahmad Fawaid dalam sambutannya.

READ -  Inovasi Pelayanan Publik, Komisi I DPRD Bangkalan Tegaskan Terapkan Adminduk di Setiap Kecamatan

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemateri dari berbagai latar belakang yang kompeten di bidangnya. Samsul Arif Marla, anggota DPRD Bangkalan Komisi II, hadir sebagai pemateri dengan fokus bahasan analisis sosial (ansos) dan riset sosial (reksos). Ia menekankan pentingnya mahasiswa memahami struktur sosial dan kebijakan sebelum melakukan advokasi.

“Advokasi yang kuat harus berangkat dari pemahaman sosial yang matang. Mahasiswa perlu membekali diri dengan kemampuan analisis sosial dan riset agar setiap tuntutan memiliki dasar yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Samsul.