Rencana Madura Jadi Kawasan Industri Wiraraja, Supriadi: Jangan Sampai Rakyat Jadi Korban

jatiminfo.id
Supriadi, M.I.Kom, Ketua Komunitas Wartawan Peduli Keadilan (WPK). (Foto : Jatiminfo.id).

Bangkalan – Rencana pembangunan Kawasan Industri Wiraraja Madura di Kabupaten Bangkalan mendapat perhatian dari Ketua Komunitas Wartawan Peduli Keadilan (WPK) Bangkalan, Supriadi, M.I.Kom. Ia mengingatkan agar pembangunan kawasan industri tersebut tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi tetap menjunjung tinggi kepentingan masyarakat, kelestarian lingkungan, serta identitas budaya Madura.

Menurut Supriadi, pembangunan kawasan industri merupakan peluang besar untuk membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan roda perekonomian. Namun, peluang tersebut harus diiringi dengan perencanaan yang matang, transparansi, serta keterlibatan masyarakat lokal sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

Ia menegaskan, masyarakat Madura tidak boleh sekadar ditempatkan sebagai objek pembangunan atau hanya diposisikan sebagai tenaga kerja murah di wilayahnya sendiri.

READ -  Perkuat Komitmen Bersama, WPK dan Kasat Lantas Polres Bangkalan Bangun Sinergi

“Kami menolak reduksi manusia menjadi sekadar komoditas tenaga kerja. Bagi kami, itu adalah langkah awal untuk menegakkan etika pembangunan. Masyarakat lokal harus menjadi subjek pembangunan, bukan hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri,” ujar Supriadi.

Supriadi menilai, rencana pembangunan Kawasan Industri Wiraraja Madura, termasuk apabila dikaitkan dengan skema Two Countries Twin Parks (TCTP) antara Indonesia dan Tiongkok, perlu dikaji secara kritis, terbuka, dan komprehensif.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan seluruh aspek pembangunan telah memperhitungkan dampak sosial, budaya, ekonomi, tata ruang, hingga keberlanjutan lingkungan.