Menurutnya, lingkungan pesantren memiliki karakteristik tersendiri karena dihuni oleh banyak santri dalam satu kawasan. Karena itu, pemantauan kesehatan secara rutin dinilai penting sebagai bagian dari upaya pencegahan dan deteksi dini berbagai masalah kesehatan.
“Pesantren merupakan lingkungan pendidikan sekaligus tempat tinggal bagi para santri. Karena itu, kesehatan menjadi bagian yang sangat penting untuk menunjang proses belajar dan aktivitas mereka. Melalui pemeriksaan seperti ini, apabila ditemukan adanya masalah kesehatan, bisa segera kita tindak lanjuti,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemeriksaan kesehatan tidak hanya bertujuan menemukan penyakit, tetapi juga memberikan pemahaman kepada santri dan pengurus mengenai pentingnya menjaga kesehatan sehari-hari.
Mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, pola makan yang sehat, aktivitas fisik, hingga melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Harapan kami, kegiatan ini bukan hanya sekadar pemeriksaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi. Kami ingin para santri dan pengurus semakin sadar bahwa menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab bersama,” imbuhnya.
Zaitun menegaskan, Puskesmas Kokop akan terus mendorong pola pelayanan jemput bola melalui kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk lembaga pendidikan dan pondok pesantren.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk meningkatkan cakupan pelayanan sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan secara lebih mudah.

