Kemilau Madura Semarakkan Hari Jadi Pamekasan ke-496, Pemkab Perkuat Semangat Kebersamaan

jatiminfo.id
Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan membuka acara malam kemilau di Madura momentum memperingati hari jadi Pamekasan ke-496. (Foto : JatimInfo.id).

Angka 1530 tersebut kemudian diabadikan melalui pembatikan batik sepanjang 1.530 meter yang membentang dari sisi timur hingga barat Monumen Arek Lancor. Ia menegaskan komitmennya untuk kembali menghidupkan kejayaan batik Pamekasan.

“Alhamdulillah sampai saat ini kota batik dan kabupaten batik sudah mulai redup. InsyaAllah akan kita hidupkan kembali, akan kita semarakkan kembali. Para insan batik tidak perlu khawatir, bukan karena batik dinomorduakan, Hanya tinggal menunggu giliran,” jelasnya.

Menurutnya, perjalanan 496 tahun Pamekasan bukanlah waktu yang singkat. Karena itu, masyarakat harus menjaga warisan budaya agar identitas Madura tidak hilang.

“Bangsa Madura tidak boleh hilang. Bahkan saya sudah minta kepada Pak Sekda untuk satu hari dalam satu minggu kita berbicara bahasa Madura, karena anak-anak kita sudah banyak yang melupakan bahasa Madura,” tegasnya.

READ -  Kebersamaan TNI dan Warga Warnai TMMD Ke-125 di Desa Kramat Pamekasan

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak kehilangan identitas seperti yang terjadi pada bangsa-bangsa dalam sejarah yang akhirnya hilang karena tidak mampu mempertahankan jati dirinya.

Bupati menekankan bahwa Madura harus terus maju sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk itu, ia meminta Dinas Pendidikan turut berperan dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah kepada generasi muda.

Lebih lanjut, Kholilurrahman menegaskan bahwa Malam Kemilau Madura bukan sekadar malam hiburan maupun perayaan Hari Jadi Pamekasan.