Bangkalan – Kasus dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa siswa dan guru di SMPN 1 Blega terus mengalir. Hingga kini, kasus tersebut telah ditangani tim Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Bangkalan. Rabu, (22/04/2026).
Berdasarkan keterangan resmi Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Bangkalan, Bambang Budi Mustika, mengaku saat ini sedang mendalami asal usul makanan yang diduga berasal dari MBG setempat.
“Tentu tim surveilans kami dari Satgas MBG Bangkalan dengan Dinkes, Puskesmas, sudah melaksanakan pendataan wawancara untuk mengetahui asal usul makanan tersebut yang diduga beracun,” ujar Bambang saat dikonfirmasi awak media Jatiminfo.id. Selasa, (21/04/2026).
Bambang menjelaskan, kasus ini tidak hanya ditangani oleh Satgas saja, melainkan juga melibatkan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya untuk mengambil sampel makanan supaya diketahui makanan tersebut beracun atau tidak, setelah itu akan dilakukan pengecekan mendalam.
“Samapai saat ini kami tim Satgas Bangkalan tengah menunggu hasil laboratorium makana itu dari KPPG Surabaya dan sembari menunggu hasil surveilans kami dilapangan,” terangnya.
Menurutnya, setelah mengetahui ada kasus tersebut, Ketua Satgas MBG Bangkalan Bambang langsung memerintahkan tim surveyer untuk memastikan ke lapangan. “Proses itu sudah kami jalani sesuai prosedur yang berlaku mas. Setelah itu kami menunggu kebenarannya,” ungkapnya.
