Icon Kota Dzikir dan Sholawat Bangkalan Tinggal Cerita: Ikamaba Sebut Bersifat Statis

jatiminfo.id

Bangkalan – Sorotan tajam muncul dari Ikatan Mahasiswa Bangkalan (Ikamaba) Surabaya, terkait icon Kota Dzikir dan Sholawat Bangkalan, kini tinggal menjadi sebuah label. Mereka menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan dinilai statis bahkan tinggal cerita.

Rohman, pengurus Ikamaba Surabaya mempertanyakan fungsi dan dampak konsep “Kota Dzikir dan Sholawat”. Bahkan, ia menilai ico tersebut hanya menjadi cerita semata yang bersifat statis.

“Apa gunanya icon kota dzikir dan sholawat ini?. Apakah kita ingin menunjukkan bahwa kita adalah orang yang paling alim atau paling agamis?. Pertanyaan saya, apa output dari konsep ini dan apa ciri khas dari lebel tersebut,” ujar, pria yang aktif sebagai mahasiswa Ubhara Surabaya. Senin, (06/04/2026).

READ -  Terungkap! Dugaan Aliran Dana Korupsi BUMD PD Sumber Daya Bangkalan Mengalir ke Subadar

Baginya, sebagai masyarakat Bangkalan tentu mempertanyakan tentang fungsi dan konsep “Kota Dzikir dan Sholawat”. Julukan itu dinilai tidak efektif dengan fakta yang terjadi di wilayah tersebut.

“Apakah hanya sekedar label, ataukah ada upaya nyata untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Selama ini, kami hanya melihat label ‘Kota Dzikir dan Sholawat’ di spanduk dan baliho, tapi apa yang kami rasakan tidak ada perubahan signifikan,” terangnya.

Dibalik julukan tersebut, lanjut Rohman, memiliki tradisi sholawatan yang kuat dan banyaknya pesantren dan lembaga keagamaan. Namun, apakah ini sudah cukup untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Jika tidak, harusnya lebih terfokus pada perkembangan ekonomi dan inovasi.