“Kami butuh lebih dari sekedar label. Kami butuh upaya nyata untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” kata dia yang juga asli putra Bangkalan.
Pemerintah Daerah (Pemda) yang saat ini dipimpin oleh Lukman-Fauzan, perlu mempertimbangkan kembali strategi pengembangan “Kota Dzikir dan Sholawat”. Sebab, jika ini terus mengandalkan label, maka Bangkalan akan lebih statis lagi dibandingkan kota-kota sebelah.
“Kota Dzikir dan Sholawat harus menjadi lebih dari sekedar label. Harus ada upaya nyata untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bangkalan,” pungkasnya.
