Bangkalan – Kondisi bangunan SDN Tajungan menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah ruang kelas dalam keadaan rusak berat meski sekolah tersebut tercatat merealisasikan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana yang nilainya mencapai lebih dari Rp50 juta dari Dana BOS Tahun Anggaran 2025.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, sedikitnya terdapat tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan cukup parah. Bahkan, satu ruang kelas dilaporkan sudah tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena kondisi bangunannya ambruk dan dinilai membahayakan keselamatan siswa maupun guru.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai efektivitas penggunaan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana yang telah direalisasikan oleh pihak sekolah.
Saat dikonfirmasi, Kepala SDN Tajungan, Slamet, mengakui bahwa kerusakan bangunan tersebut sudah berlangsung cukup lama.
“Kondisi itu sudah sekitar dua tahun,” ujar Slamet saat ditemui awak media. Jumat, (19/6/2026).
Ketika ditanya terkait penggunaan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana yang nilainya mencapai lebih dari Rp50 juta pada tahun 2025, Slamet menjelaskan bahwa anggaran tersebut digunakan untuk perbaikan plafon sekolah.
“Untuk perbaikan plafon,” katanya singkat.
Namun, berdasarkan hasil pantauan di lapangan, perbaikan yang dimaksud diduga hanya terlihat pada beberapa bagian plafon yang menggunakan sekitar empat lembar triplek sebagai penutup.

