Opini  

Coercive Control: Ketika Bahasa Menjadi Penjara dan Cinta Kehilangan Makna

jatiminfo.id
Ilustrasi: Foto Gemini AI.

Sebab, setiap penjara selalu memiliki dinding. Hanya saja, pada coercive control, dinding itu tidak dibangun dari batu. Ia dibangun dari kata-kata yang diulang terus-menerus, sampai akhirnya korban tidak lagi merasa dipenjara, melainkan menganggap penjara itu sebagai rumahnya sendiri.

Bionarasi Penulis

Heri Isnaini, dosen sastra di IKIP Siliwangi, Kota Cimahi, Jawa Barat. Heri lahir di Subang pada 17 Juni dan memiliki minat yang mendalam terhadap dunia sastra beserta berbagai kajiannya. Tulisan-tulisannya telah dipublikasikan di beragam media massa, baik daring maupun cetak. Heri merupakan kontributor media RNSI dan Literatura Nusantara.

READ -  Topeng Malangan Masih Ada, Tapi Siapa Yang Benar-benar Menjaganya?