Opini  

Buta Hukum di Rumah Hukum: Saat Calon Elit Maskulinitas Toxic

jatiminfo.id
Syaiful Bahri.

Menarik benang merah ke masa depan, kita harus menyadari bahwa mahasiswa hukum hari ini adalah calon elit politik dan birokrat di masa depan. Dalam studi Ilmu Politik, kita memahami bahwa integritas sebuah bangsa sangat bergantung pada kualitas moral para pemegang otoritasnya. Jika calon calon praktisi hukum ini sudah terbiasa melakukan normalisasi atas pelanggaran martabat di ruang privat, maka kualitas penegakan hukum dan kebijakan publik kita di masa depan berada dalam ancaman serius. Kita tidak bisa membiarkan kepemimpinan masa depan lahir dari rahim budaya yang permisif terhadap kekerasan seksual.

Oleh karena itu, urgensi untuk menciptakan politik ruang aman di lingkungan kampus bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan. Penanganan kasus ini tidak boleh berhenti pada sanksi administratif atau skorsing semata, harus ada upaya restoratif untuk memulihkan trauma korban dan merekonstruksi budaya organisasi mahasiswa agar lebih inklusif dan beretika.

READ -  Saat Negara Takut Pada Simbol One Piece, Sementara Bumi Menjerit

Sebagai penutup, kasus ini adalah pengingat keras bagi kita semua. Kecerdasan tanpa integritas hanya akan melahirkan penindasan yang terstruktur. Sebagai sesama mahasiswa, tugas kita bukan hanya belajar untuk menguasai sistem, tetapi belajar untuk menjadi manusia yang memanusiakan manusia lainnya baik di dunia nyata maupun di ruang digital. Karena pada akhirnya, hukum dan politik seharusnya ada untuk melindungi, bukan untuk menjadi alat dominasi.