Opini  

Bahasa dan Kepedulian Pesatnya Digitalisasi

jatiminfo.id
Aisah.

Di sisi lain, prinsip praduga tak bersalah juga harus tetap dihormati dalam mengawal kasus dugaan pelanggaran. Prinsip ini bukanlah alasan untuk mengabaikan laporan korban, melainkan pengingat agar setiap persoalan ditangani secara objektif, serius, dan berbasis bukti. Dengan demikian, bentuk kepedulian terhadap korban serta penghormatan terhadap proses hukum yang berlaku dapat berjalan secara beriringan.

Pentingnya Etika dan Literasi Digital

Fenomena ini menunjukkan bahwa literasi digital tidak cukup hanya dimaknai sebagai kemampuan menggunakan aplikasi atau membuat konten. Literasi digital juga mencakup kemampuan memeriksa informasi, memahami konteks, menilai dampak bahasa, serta mempertimbangkan tanggung jawab sebelum menulis komentar. Kemampuan berpikir kritis dalam mengakses dan mengevaluasi informasi merupakan bagian penting dari literasi media dan informasi (UNESCO, 2021).

READ -  Menginspirasi dari Hati, Rifa'i Guru SDN Telang 1 Sabet Juara 3 Lomba Guru Inspiratif

Sekolah dan perguruan tinggi dapat berperan melalui pembelajaran bahasa Indonesia yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Siswa dapat diajak membedakan fakta dan opini melalui penggunaan bahasa dalam komentar, serta menyusun kritik berdasarkan alasan yang jelas. Dengan demikian, pembelajaran bahasa tidak hanya berfokus pada tata bahasa, membaca, dan menulis, tetapi juga membentuk kemampuan untuk berkomunikasi secara santun dan bertanggung jawab.

Pengguna media sosial pun dapat memulai perubahan dari hal-hal sederhana. Sebelum mengunggah komentar, kita perlu bertanya apakah informasi tersebut dapat dipercaya, apakah kata-kata yang digunakan berpotensi menyakiti pihak yang terdampak, dan apakah komentar itu membantu menyelesaikan masalah. Jika menemukan informasi yang membahayakan atau merugikan seseorang, kita dapat menggunakan fitur pelaporan tanpa ikut menyebarkannya.