Pamekasan – Rencana aksi demonstrasi yang akan digelar Barisan Pemuda Revolusi (BAPER) di Kabupaten Pamekasan, Senin (12/10/2026), akhirnya batal dilaksanakan.
Aksi tersebut sebelumnya direncanakan sebagai bentuk desakan kepada Polres Pamekasan agar segera menindaklanjuti dugaan penjarahan dan pengancaman menggunakan senjata tajam.
Dalam seruan aksi yang beredar, BAPER mengusung sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak Polres Pamekasan mengusut tuntas dugaan penjarahan dan pengancaman dengan senjata tajam serta memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat berdasarkan bukti dan fakta hukum.
BAPER juga menyerukan transparansi dalam penanganan perkara serta meminta adanya kepastian hukum.
Mereka menegaskan menolak segala bentuk kekerasan, ancaman menggunakan senjata tajam, maupun tindakan main hakim sendiri.
Aksi yang mengusung semangat “Pamekasan Tidak Boleh Menjadi Ruang bagi Intimidasi dan Ketakutan” tersebut sedianya digelar mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dengan titik kumpul di kawasan Mini Soccer Pamekasan.
Koordinator lapangan (Korlap) aksi Umar Faruq mencoba dihubungi oleh pihak media JatimInfo namun tidqk ada respon, rencana aksi tersebut batal. Humas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama, menyebut pembatalan tersebut berkaitan dengan adanya miskomunikasi antara pihak pendemo dan kepolisian.
“Misskomunikasi antara pendemo dan pihak Polres, negosiasi tidak,” ujar Ipda Yoni Evan Pratama.


