Sumenep – Tumpukan kayu gelondongan berukuran besar berserakan di sepanjang pesisir Desa Bicabbi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Selasa (22/9/2026). Kayu-kayu tersebut diduga merupakan bagian dari muatan TK Lintas Samudera XXIII yang ditarik TB Yamdena 03.
Kayu yang terdampar di kawasan pesisir itu memiliki ukuran cukup besar. Sejumlah gelondongan diketahui memiliki panjang sekitar 3 meter, sementara sebagian lainnya mencapai hingga 13 meter.
Menariknya, beberapa kayu masih terlihat ditempeli stiker berlogo Kementerian Kehutanan, sehingga semakin menguatkan dugaan bahwa kayu-kayu tersebut merupakan bagian dari muatan kapal yang berada di kawasan perairan tersebut.
Keberadaan kayu gelondongan itu tidak hanya mengubah kondisi kawasan pesisir, tetapi juga mengganggu aktivitas warga yang sehari-hari menggantungkan penghasilan dari wilayah tersebut.
Salah satunya dirasakan Atmina, seorang pekerja serabut kelapa. Ia mengaku aktivitas ekonominya terganggu setelah lokasi yang biasa digunakan untuk merendam serabut kelapa mengalami kerusakan.
Selain tempat perendaman rusak, sebagian serabut kelapa miliknya juga disebut hilang akibat keberadaan kayu gelondongan yang berserakan di kawasan pesisir.
“Serabut kelapa ini mata pencaharian saya setiap hari. Kalau tempatnya rusak dan serabutnya hilang, kami kehilangan penghasilan,” ujar Atmina.
Menurut Atmina, serabut kelapa yang telah diproses biasanya dijual kepada pengepul dengan harga sekitar Rp4.000 per sapu. Nilai tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

