Diduga Pelayanan Buruk dan Sulit Akses KUR, Aktivis Geruduk Bank Jatim Capem Blega

jatiminfo.id
Tangkapan layar aksi perdebatan terpantau tidak hanya adu argumen, tetapi juga adu fisik, (Foto : Istimewa).

Bangkalan – Puluhan aktivis yang tergabung dalam Fajar Merah Indonesia (FMI) mendatangi kantor Bank Jatim Cabang Pembantu (Capem) Blega, Bangkalan untuk mempertanyakan pelayanan yang di nilai buruk serta akses pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang sangat di persulit.

Aksi adu argumen serta adu fisik terpantau melalui unggahan video yang berdurasi 28 detik yang dipicu kekecewaan terhadap pelayanan yang dianggap tidak profesional dan sulitnya akses KUR di Bank Jatim Capem Blega.

Rofi, Koordinator Fajar Merah Indonesia (FMI) mengungkapkan, kedatangannya ke Bank Jatim adalah untuk melakukan audiensi yang telah dijadwalkan sebelumnya melalui surat resmi.

“Pada dasarnya kami masuk dengan baik-baik, masuk dengan mengirimkan surat audiensi yang tanggal dan waktunya sudah ditentukan secara resmi. Namun, kehadiran kami tidak di indahkan oleh pihak Bank Jatim, akhirnya kami sempat adu mulut,” ujarnya.

READ -  Pasar Mangkrak Disorot, Pemkot Mojokerto Diduga Abaikan Aset Miliaran

Lebih lanjut, dirinya mengaku ada perlakuan yang tidak pantas yang dilakukan pegawai Bank Jatim Capem Blega. Selain pelayanannya yang buruk, juga SOP-nya yang tidak dijalankan dengan semestinya.

“Pada saat kami menunggu di ruang antrian, kami dimintai KTP dengan cara yang kurang etis, dengan nada yang tinggi. Hal itu yang menjadi pemicu terjadi percekcokan dengan salah satu pegawai Bank Jatim yang bernama Bapak Kholid,” jelas Rofi jebolan PMII itu.

Situasi semakin memanas ketika ada tindakan intimidasi dari pihak Bank dengan memanggil polisi. “Kami juga diintimidasi dengan cara memanggil polisi yang kemudian itu menjadi perdebatan yang cukup panas karena kami datang bukan untuk membakar kantor, kami datang dengan i’tikad baik melalui audiensi yang secara hukum itu sah dilakukan,” tandasnya.