Saat ini, lebih dari 25 persen dosen STKIP PGRI Bangkalan telah bergelar doktor. Sebagian di antaranya menyelesaikan pendidikan doktoral di perguruan tinggi berakreditasi unggul dengan predikat cumlaude.
Selain itu, sekitar 30 persen dosen lainnya masih menempuh pendidikan doktoral. Kampus menargetkan lebih dari separuh tenaga dosennya memiliki kualifikasi akademik doktor dalam beberapa tahun mendatang.
Menurut Fajar, peningkatan kualifikasi akademik dosen merupakan bagian dari strategi membangun ekosistem pembelajaran dan penelitian yang lebih kuat.
“Kapasitas akademik dosen yang semakin baik diharapkan berdampak langsung terhadap kualitas pendampingan mahasiswa, baik dalam pembelajaran maupun penelitian,” katanya.
Penguatan aktivitas ilmiah juga tercermin dalam posisi STKIP PGRI Bangkalan pada Science and Technology Index (SINTA).
Berdasarkan data per 9 September 2026, STKIP PGRI Bangkalan mencatat SINTA Score Overall sebesar 22.048 dan SINTA Score 3 Years sebesar 6.612.
Pada data yang sama, STKIP PGRI Bangkalan tercatat memiliki 55 authors, tujuh departments, serta dua jurnal yang terafiliasi dalam ekosistem SINTA.
Jika dibandingkan dengan perguruan tinggi di empat kabupaten di Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, STKIP PGRI Bangkalan berada di peringkat keenam berdasarkan SINTA Score Overall.
Fajar menegaskan, skor SINTA bukan satu-satunya ukuran kualitas perguruan tinggi. Namun, aktivitas publikasi dan perkembangan skor tersebut dapat menjadi salah satu indikator produktivitas sivitas akademika dalam penelitian, publikasi, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan pengetahuan.

