Demonstrasi dilakukan agar peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga memiliki gambaran mengenai latihan fisik sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Agus Priyanto mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran lansia terhadap pentingnya menjaga fungsi gerak dan keseimbangan tubuh.
“Bertambahnya usia bukan berarti seseorang harus berhenti bergerak. Justru, aktivitas fisik yang dilakukan secara tepat dan disesuaikan dengan kemampuan dapat membantu lansia mempertahankan fungsi geraknya,” ujar Agus.
Menurut dia, persoalan nyeri lutut sering kali membuat lansia takut melakukan aktivitas. Kondisi tersebut, jika tidak diimbangi dengan latihan yang sesuai, dapat menyebabkan otot semakin melemah dan kemampuan bergerak semakin terbatas.
Karena itu, kata Agus, Senam Lutut “SEL PATUH” diperkenalkan sebagai salah satu bentuk latihan sederhana yang dapat dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta.
“Yang ingin dibangun bukan sekadar kebiasaan berolahraga, tetapi kesadaran bahwa menjaga kesehatan sendi dan kemampuan bergerak merupakan bagian penting dari menjaga kemandirian di usia lanjut,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, para lansia terlihat aktif mengikuti setiap sesi. Sejumlah peserta juga mengajukan pertanyaan mengenai keluhan nyeri yang selama ini mereka alami serta cara menjaga kondisi lutut agar tetap dapat digunakan untuk beraktivitas.

