Pengukuhan Guru Besar Unitomo, Prof. Ully Dorong Batik Indonesia Menjadi Kekuatan Industri Fashion Dunia

jatiminfo.id
Penyerahan SK Guru Besar oleh Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H kepada Prof. Dr. Ully Tampubolon sebagai Guru Besar bidang Ilmu Manajemen Organisasi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Dr. Soetomo Surabaya. (Foto : Istimewa).

Surabaya – Industri batik tulis Indonesia dituntut mengintegrasikan kearifan lokal dengan inovasi teknologi modern agar mampu menembus pasar fashion dunia. Langkah strategis ini diyakini dapat mendongkrak efisiensi produksi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Dra. Liosten Rianna Roosida Ully Tampubolon, M.M., dalam orasi ilmiahnya saat dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Manajemen Organisasi pada Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya. Kamis, (21/05/2026).

Rektor Unitomo, Prof. Dr. Siti Marwiyah, memindahkan kuncir toga Prof. Dr. Ully Tampubolon saat prosesi Pengukuhan Guru Besar di Kampus Universitas Dr. Soetomo.

Dalam orasinya yang berjudul “From Heritage to Global Fashion: Optimalisasi Diversifikasi Batik Tulis Berbasis Inovasi Teknologi menuju Industri Kreatif Dunia”, perempuan yang akrab disapa Prof. Ully ini menyoroti sejumlah hambatan yang kerap dihadapi Industri Kecil dan Menengah (IKM) batik nasional.

READ -  Peserta Aksi yang Tergabung BEM SI Kecewa, Ketua DPRD Jatim Tinggalkan Tanpa Alasan

“Selama ini, penetrasi pasar global industri batik kerap terbentur pola produksi tradisional, minimnya diversifikasi, serta rendahnya literasi digital,” ujar Ully. Kamis, (21/05/2026).

Menurutnya, integrasi teknologi modern menjadi jembatan strategis untuk membawa batik ke panggung mode dunia tanpa menghilangkan nilai otentisitas budayanya.