“Kami tidak ingin karya ilmiah hanya berakhir sebagai dokumen di rak perpustakaan. Inovasi teknologi tepat guna yang digagas Prof. Ully adalah bukti nyata bagaimana sains manajemen organisasi mampu mengubah industri mikro menjadi pemain global,” ujar Siti Marwiyah.
Ia menambahkan, ketangguhan perajin batik nasional juga harus didukung regulasi pemerintah, mulai dari kemudahan akses pembiayaan UMKM, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), hingga penyediaan infrastruktur digital global.
“Ketangguhan perajin batik perlu nasional perlu diperkuat supaya pembiayaan UMKM HKI terintegrasi ke tingkat global,” pungkasnya.
Rapat Terbuka Senat Unitomo ini turut dihadiri oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., serta jajaran pimpinan Yayasan Pendidikan Cendekia Utama (YPCU).
Selain itu, prosesi pengukuhan ini juga disaksikan langsung oleh para dosen, karyawan Unitomo, serta sejumlah tamu undangan dari kalangan akademisi dan praktisi industri kreatif.
