Bangkalan – Bangunan gedung pasar Tanah Merah sisi utara meski telah dibangun sejak 2019 dengan anggaran mencapai puluhan miliar rupiah, hingga kini masih belum difungsikan. Ratusan kios yang seharusnya menjadi pusat aktivitas perdagangan justru tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Sementara, proses relokasi pedagang dari pasar sisi selatan tak kunjung terealisasi. Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar mengenai penyebab mangkraknya pemanfaatan aset daerah yang dibangun menggunakan uang rakyat.
Kepala Bidang Pasar Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Bangkalan, Fatahillah Reza, mengakui hingga saat ini relokasi pedagang masih menemui berbagai kendala, terutama belum adanya kesepakatan dengan sejumlah tokoh masyarakat.
Menurutnya, pihak Diskopumdag telah beberapa kali turun langsung ke lapangan untuk melakukan dialog dan mencari solusi bersama masyarakat.
“Kami sudah turun ke lapangan dan melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat, mas. Namun di situ masih belum menemukan solusi,” kata Reza. Jum’at, (26/6/2926).
Reza bahkan mengaku heran mengapa setelah pembangunan pasar selesai beberapa tahun lalu, relokasi pedagang tidak langsung dilakukan.
“Saya juga berpikir kenapa dulu pas selesai dibangun kok tidak langsung direlokasi,” ujarnya.
Meski demikian, Diskopumdag memastikan relokasi pedagang dari Pasar Tanah Merah sisi selatan ke gedung baru di sisi utara tetap menjadi rencana pemerintah daerah.

