LPM INSTIBA Diterpa Krisis Kepercayaan, Mahasiswa Pertanyakan Independensi dan Profesionalisme Pimpinan

jatiminfo.id
Rahmawati, ketua Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Institut Bahri Asyiq (INSTIBA) Bangkalan tahun 2026. (Foto : Istimewa).

Bangkalan – Kepercayaan mahasiswa terhadap Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Institut Bahri Asyiq (INSTIBA) Bangkalan mulai dipertanyakan. Sejumlah mahasiswa menyoroti konsistensi pemberitaan, independensi redaksi, hingga profesionalisme pimpinan LPM yang dinilai belum mampu menjalankan fungsi pers kampus secara optimal.

Sorotan tersebut menguat setelah sejumlah kegiatan penting di lingkungan kampus dinilai luput dari perhatian LPM. Salah satunya pelaksanaan sidang skripsi mahasiswa pada 1 Juni 2026 yang tidak memperoleh publikasi maupun peliputan dari lembaga pers kampus tersebut.

Padahal, sidang skripsi merupakan agenda akademik yang memiliki nilai informasi tinggi bagi sivitas akademika. Ketidakhadiran pemberitaan terhadap kegiatan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai standar dan prioritas peliputan yang diterapkan oleh LPM INSTIBA.

READ -  Polemik Pembubaran Korwil Pendidikan, Kadisdik Bangkalan: Masih Tahap Kajian dan Belum Final

“Yang menjadi pertanyaan bukan sekadar ada atau tidaknya berita, tetapi bagaimana sebuah lembaga pers menentukan agenda yang dianggap layak diketahui publik kampus. Ketika kegiatan akademik penting tidak mendapat ruang publikasi, wajar jika mahasiswa mempertanyakan konsistensi lembaga,” ujar salah satu mahasiswa yang enggan disebutkan identitasnya.

Kritik mahasiswa tidak berhenti pada persoalan peliputan. Sejumlah mahasiswa juga menilai pemberitaan LPM dalam beberapa momentum kemahasiswaan terkesan tidak memberikan ruang yang seimbang kepada seluruh pihak. Kondisi tersebut memunculkan persepsi adanya keberpihakan yang berpotensi menggerus kredibilitas lembaga.