Bangkalan — Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) STKIP PGRI Bangkalan mendesak pimpinan kampus segera membenahi persoalan fasilitas, administrasi, dan kebijakan akademik yang dinilai bermasalah. Rabu, (14/01/2026).
Pertemuan yang dikemas audiensi tersebut mendesak pimpinan kampus untuk membenahi fasilitas dan administrasi kampus untuk mengambil langkah tegas dan konkret agar tidak menjadi persoalan berkelanjutan.
Desakan itu sebagai respons atas banyaknya keluhan mahasiswa terkait pengelolaan kampus yang dinilai belum optimal, mulai dari administrasi, sarana dan prasarana yang kurang terawat, dan kebijakan akademik yang di anggap amburadul.
Menko Politik BEM KM STKIP PGRI Bangkalan, Anas Ruhul Qudus, mengatakan audiensi ini merupakan bentuk tanggung jawab BEM dalam mengawal aspirasi mahasiswa.
“Kami datang bukan sekadar formalitas. Ini adalah upaya memastikan BEM hadir sebagai fasilitator dan pengontrol kebijakan kampus agar suara mahasiswa benar-benar didengar,” ujar Anas.
Ia menilai, berbagai persoalan tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa kejelasan penyelesaian, sehingga menurunkan kepercayaan mahasiswa terhadap tata kelola kampus.
Hal senada disampaikan Menko Pergerakan BEM KM, Imam. Ia menegaskan mahasiswa membutuhkan langkah nyata, bukan sekadar janji.
“Kampus harus menunjukkan komitmen yang jelas. Jika tidak ada tindakan konkret, masalah yang sama akan terus berulang,” kata Imam.

