BEM KM STKIP PGRI Bangkalan Soroti Pendidikan Bangkalan, Kadisdik Sebut Fakta 505 Sekolah Rusak

jatiminfo.id
BEM KM STKIP PGRI Bangkalan saat menggelar audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, membahas Dana BOS, kekosongan kepala sekolah, dan kerusakan infrastruktur pendidikan, Kamis (4/6/2026). (Foto: Jatiminfo.id).

Bangkalan – Di tengah berbagai persoalan yang membayangi dunia pendidikan di Kabupaten Bangkalan, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) STKIP PGRI Bangkalan menggelar audiensi dan silaturahmi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan. Kamis, (4/6/2026).

Pertemuan yang berlangsung di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan tersebut menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan pemerintah daerah untuk membahas sejumlah persoalan pendidikan yang dinilai mendesak.

Dalam audiensi itu, BEM KM STKIP PGRI Bangkalan menyampaikan tiga isu strategis, yakni pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), kekosongan jabatan kepala sekolah di berbagai satuan pendidikan, serta kondisi infrastruktur sekolah yang masih memprihatinkan.

Presiden Mahasiswa STKIP PGRI Bangkalan, Abdur Rohman, menyoroti polemik Dana BOS yang belakangan menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial maupun pemberitaan media massa.

READ -  Diduga Abaikan Surat Edaran Disdik Jatim, SMKN 3 Bangkalan Gelar Tasyakuran di Gedung Mewah

Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Dana BOS harus menjadi perhatian serius demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.

“Kami menilai persoalan Dana BOS yang mencuat ke publik perlu mendapatkan perhatian dan penanganan yang serius. Beberapa kasus yang menjadi sorotan masyarakat, seperti yang terjadi di SDN Banangkah 1 dan SDN Kraton 2, harus menjadi bahan evaluasi bersama agar pengelolaan anggaran pendidikan benar-benar berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat optimal bagi peserta didik,” ujar Abdur Rohman.