Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp 17.958 per Dollar AS pada Selasa Malam, Ini Pemicunya

jatiminfo.id
Foto: Zayyan GA

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terpantau mengalami penguatan yang signifikan pada Selasa (9/6/2026) malam. Berdasarkan data pemantauan pasar hingga pukul 22.15 WIB, mata uang Garuda berhasil menguat tajam ke level Rp 17.958,54 per dollar AS, berbalik arah setelah dalam beberapa waktu terakhir sempat tertekan cukup dalam hingga menembus level Rp 18.185.

Penguatan tajam di malam hari ini merupakan respons langsung pasar menyusul langkah tegas Bank Indonesia (BI) yang memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen pada Selasa siang. Kebijakan moneter ini turut diikuti dengan kenaikan suku bunga deposit facility menjadi 4,50 persen dan lending facility menjadi 6,25 persen.

READ -  Makruf Amin Tagih Presiden Prabowo

Langkah intervensi yang diambil oleh bank sentral ini dinilai efektif memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan domestik. Kenaikan suku bunga acuan tersebut secara otomatis membuat instrumen investasi di Tanah Air menawarkan imbal hasil (yield) yang jauh lebih kompetitif dan menarik di mata investor. Kondisi ini memicu harapan kembalinya aliran modal asing (capital inflow) ke pasar domestik, sehingga mendorong tingginya permintaan terhadap rupiah yang bermuara pada apresiasi nilai tukar.

Sebelumnya, pergerakan nilai tukar rupiah memang sempat mengalami tren pelemahan akibat tingginya ketidakpastian global, terutama imbas dari memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Kepanikan global tersebut sempat membuat para investor berbondong-bondong memborong dollar AS sebagai aset aman (safe haven). Namun, langkah taktis BI kali ini terbukti mampu meredam kepanikan pasar, menstabilkan rupiah, dan menjadi bantalan pelindung dari guncangan eksternal tersebut.