Opini  

Diamnya Pemerintah di Tengah Tanah yang Tak Pernah Diam

jatiminfo.id

Ada satu hal yang sering luput kita sadari, masalah terbesar dalam pemerintahan bukan selalu pada krisis yang terlihat, tetapi pada ketidakjelasan arah. Dalam teori kebijakan publik, kondisi ini sering disebut sebagai policy paralysis ketika pemerintah tidak benar-benar mengambil keputusan strategis, meskipun masalah sudah nyata di depan mata.

Akibatnya, masyarakat hidup dalam persepsi yang kabur, seolah tidak ada masalah, padahal masalah itu justru sedang tumbuh diam-diam. Ia tidak meledak, tidak berisik, tetapi perlahan menggerogoti kepercayaan publik yang seharusnya menjadi fondasi utama sebuah pemerintahan.

Ketidakjelasan arah ini sering kali lebih berbahaya daripada krisis itu sendiri. Sebab krisis, setidaknya, memaksa orang untuk bergerak. Namun kebingungan arah justru membuat semua pihak terjebak dalam ketidakpastian yang panjang. Pemerintah terlihat berjalan, tetapi tanpa tujuan yang jelas. Program dibuat, tetapi tidak menyentuh akar persoalan. Anggaran disusun, tetapi tidak mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat. Dalam situasi seperti ini, waktu terus berjalan, sementara masalah tetap tinggal, bahkan tumbuh menjadi lebih kompleks.

READ -  Presiden dan Rasionalitas Terbatas dalam Solusi Kendaraan Listrik

Barangkali inilah yang sedang kita rasakan hari ini. Pemerintah tampak tenang, tetapi bukan ketenangan yang menenangkan. Lebih seperti jeda panjang yang tak kunjung menjadi langkah. Anggaran bermasalah, tetapi tidak diikuti dengan lompatan gagasan. Padahal dalam konsep good governance, salah satu indikator utama adalah responsiveness kemampuan pemerintah merespons persoalan secara cepat, tepat, dan kreatif. Tanpa itu, kebijakan hanya menjadi formalitas, bukan solusi. Ia hadir sebagai dokumen, bukan sebagai perubahan.