Pamekasan – Rencana pembangunan ritel modern Indomaret di Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, kini mendapat penolakan dari warga dan tokoh masyarakat setempat. Penolakan itu langsung disampaikan kepada Bupati Pamekasan, Senin (20/7/2026).
Kehadiran mereka ke kantor Bupati untuk meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Pamekasan untuk menghentikan secara total proyek yang akan dibangun demi melindungi keberlangsungan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Tokoh masyarakat Pamekasan, H. Muhdhar Abdullah mengatakan, kedatangan mereka bertujuan menagih komitmen Bupati Pamekasan yang sebelumnya menyatakan penolakan terhadap keberadaan ritel modern di wilayah tersebut.
Menurutnya, para tokoh pesantren di Pamekasan sejak lama memiliki kesepakatan bersama untuk menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil yang bergantung pada usaha warung kelontong.
“Kami dari Palengaan tidak menghendaki adanya kegaduhan. Namun pembangunan Indomaret ini terkesan dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan berlangsung sangat cepat,” ujar Muhdhar.
Ia mengungkapkan, informasi mengenai pembangunan tersebut sempat memicu reaksi warga hingga puluhan orang mendatangi kantor kecamatan dan lokasi proyek.
“Kedatangan kami ke sini ingin mendengar satu kalimat yang tegas, bahwa pembangunan Indomaret harus ditolak. Pokoknya harus gagal,” tegasnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Pamekasan Kholilur Rahman mendukung tuntutan masyarakat dan meminta agar proses pembangunan Indomaret segera dihentikan.

