AB3 memberikan ultimatum kepada DPRD Bangkalan untuk menunjukkan keseriusan dalam merespons tuntutan mereka. Jika dalam waktu 7×24 jam tidak ada langkah nyata, mahasiswa mengancam akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar.
“Jika dalam 7×24 jam tidak ada keseriusan atas desakan kami, maka kami akan kembali melakukan aksi dengan jumlah yang lebih banyak,” tegas Fauzi.
Sementara itu, Ketua DPRD Bangkalan, Dedy Yusuf, mengatakan berbagai persoalan yang disampaikan mahasiswa memang menjadi perhatian legislatif dan akan terus dikawal bersama pemerintah daerah.
Terkait kondisi infrastruktur jalan yang rusak, Dedy menjelaskan keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama sehingga perbaikan belum dapat dilakukan secara maksimal.
“Masyarakat mohon bersabar, karena pemkab memang mengalami keterbatasan anggaran,” katanya.
Adapun mengenai persoalan sampah, Dedy menyebut Pemerintah Kabupaten Bangkalan saat ini masih belum memiliki tempat pembuangan akhir (TPA). Namun, proses penyediaan lahan disebut tengah berjalan melalui agenda pembebasan lahan yang telah dianggarkan.
Menurut dia, anggaran pembebasan lahan yang disiapkan mencapai Rp5 miliar. Dari hasil penaksiran sementara, kebutuhan lahan seluas lima hektar diperkirakan menelan biaya sekitar Rp2 miliar.
DPRD Bangkalan, lanjut Dedy, berkomitmen mengawal penyelesaian berbagai persoalan daerah agar dapat dituntaskan secara bertahap.

