“Tujuan utama dilaksanakannya lomba tumpeng dan edukasi gizi tentu yang pertama memeriahkan RI ke-81, sehingga tercipta kolaborasi antara SPPG, pemerintah desa dan pemerintah kecamatan,” ujar Hasyim.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pemanfaatan bahan pangan lokal dalam penyediaan menu makanan bergizi.
Hasyim berharap SPPG mampu menyajikan menu lokal yang komprehensif dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan masyarakat, namun tetap memenuhi standar gizi.
“Diharapkan dengan adanya lomba tumpeng ini SPPG dapat menyajikan menu lokal yang komprehensif, yang tersedia di masyarakat, namun harus dengan gizi yang standar,” imbuhnya.
Menurut Hasyim, edukasi gizi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya orang tua dan anak, tentang pentingnya mengonsumsi makanan bergizi serta menerapkan pola makan sehat.
Melalui edukasi secara langsung dan visual, masyarakat diharapkan semakin memahami cara memilih makanan yang sehat, bersih, dan bergizi tanpa harus menggunakan bahan makanan yang mahal.
“Tidak harus mahal. Makanan sehat, bergizi dan bersih itu bisa dicari di area setempat,” tuturnya.
Hasyim juga berharap kegiatan tersebut dapat mendorong setiap SPPG untuk meningkatkan mutu standar operasional prosedur (SOP), terutama dalam aspek higiene dan kebersihan penyediaan makanan.
“Kita juga berharap para SPPG ini dapat meningkatkan SOP secara higienis, kebersihan dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.

