“Yang paling penting adalah kesinambungan. Ketika ada warga yang masuk dalam sasaran pemantauan, jangan sampai berhenti pada penemuan saja. Harus ada tindak lanjut, pemantauan dan koordinasi agar kondisi kesehatannya terus terpantau,” tegasnya.
Implementasi kegiatan berbasis UPKD tersebut telah dilakukan di sejumlah desa dalam wilayah kerja Puskesmas Jaddih, yakni Desa Bilaporah, Desa Jaddih, Desa Parseh dan Desa Sanggra Agung.
Pelaksanaan di masing-masing desa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan masyarakat setempat. Kader bersama bidan desa menjadi bagian penting dalam mengidentifikasi sasaran, melakukan pemantauan serta menyampaikan temuan kepada tenaga kesehatan untuk mendapatkan tindak lanjut.
Dengan penguatan UPKD, Puskesmas Jaddih berharap pelayanan kesehatan primer semakin mudah dijangkau masyarakat. Kehadiran kader di tengah masyarakat juga diharapkan mampu mempercepat penemuan masalah kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran warga untuk melakukan pemeriksaan dan menjaga kesehatan secara mandiri.
“Harapan kami, kader semakin aktif, masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan dan pelayanan kesehatan di desa semakin kuat. Dengan begitu, upaya promotif dan preventif bisa berjalan lebih maksimal dan masyarakat mendapatkan pelayanan sedini mungkin,” pungkasnya.

