Kata-kata yang kita pilih hari ini mungkin hanya terdengar beberapa detik, tetapi maknanya dapat tinggal bertahun-tahun dalam ingatan seseorang. Sebab itu, setiap kali kita berbicara, sesungguhnya kita sedang melakukan lebih dari sekadar menyusun kalimat. Kita sedang membantu membentuk cara seseorang memandang dirinya sendiri. Dan mungkin, di situlah letak kekuatan terbesar bahasa: bukan hanya menghubungkan manusia dengan manusia, melainkan juga menghubungkan manusia dengan harapan.
Penulis:
Heri Isnaini adalah dosen sastra di IKIP Siliwangi, Kota Cimahi, Jawa Barat. Heri lahir di Subang pada 17 Juni dan memiliki minat yang mendalam terhadap dunia sastra beserta berbagai kajiannya. Tulisan-tulisannya telah dipublikasikan di beragam media massa, baik daring maupun cetak. Heri merupakan kontributor media RNSI dan Literatura Nusantara.

