“Permainan tim sudah bagus, hanya belum beruntung. Penalti masih membentur tiang,” ungkap Fausi.
Menurutnya, para pemain telah memberikan penampilan terbaik.
Namun, kondisi fisik menjadi salah satu kendala sehingga tim harus kebobolan pada menit-menit akhir pertandingan.
“Para pemain sudah memberikan penampilan terbaik, hanya fisik kedodoran dan kebobolan di menit akhir,” jelasnya.
Terkait pertandingan berikutnya menghadapi PKDI Sampang, Fausi mengatakan tim tidak melakukan persiapan khusus. Pihaknya akan tetap memaksimalkan formasi dan pemain yang ada.
“Menghadapi Sampang tidak ada persiapan khusus, tetap memaksimalkan formasi yang ada,” katanya.
Evaluasi, lanjut Fausi, tetap akan dilakukan oleh tim pelatih untuk memperbaiki permainan pada laga berikutnya. Namun, terlepas dari hasil pertandingan, semangat persaudaraan dan silaturahmi menjadi hal yang utama dalam gelaran PKDI Cup II 2026.
“Evaluasi pasti dilakukan tim pelatih. Namun, apa pun hasilnya, yang penting tetap bisa ngopi bareng setelah pertandingan,” pungkasnya.
Pertandingan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa PKDI Cup II 2026 bukan sekadar ajang kompetisi sepak bola, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarkepala desa se-Madura.

