“Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, kader tidak boleh sekadar menjadi pengamat pasif, terjebak dalam zona nyaman, atau menjalani rutinitas tanpa arah. PMII harus hadir sebagai laboratorium inkubatif tempat menguji gagasan, mempertemukan pemikiran kritis, spiritualitas Aswaja, serta menghasilkan aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap PMII mampu menjadi ruang pengembangan kapasitas kader yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
“Kegiatan rutinan ini bukan hanya menjdi ajang pencarian bakat dalam membangun intelektualita, tetapi juga hanya berdampak nyata pada masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas suksesnya Konfercab XLIV PC PMII Surabaya.
Melalui kegiatan rutinan dan tasyakuran ini, PK PMII Universitas Merdeka Surabaya diharapkan semakin solid, adaptif, dan mampu melahirkan kader yang siap berkontribusi bagi lingkungan akademik maupun masyarakat luas.

