Ia berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah, seperti kasih sayang, kepedulian dan kedamaian, harus diwujudkan melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.
Sementara itu, Owner RSIA Puri Bunda Madura dr. Franky Ardhana Kawilarang mengatakan, peringatan Maulid Nabi telah menjadi agenda rutin sejak rumah sakit tersebut berdiri sekitar tiga tahun lalu.
Menurutnya, tahun ini merupakan penyelenggaraan Maulid Nabi yang ketiga di RSIA Puri Bunda Madura.
Meski dirinya beragama non-muslim, dr. Franky mengaku melihat banyak nilai positif dari keteladanan Nabi Muhammad SAW yang relevan diterapkan dalam kehidupan sosial.
“Saya bukan muslim, tapi saya melihat banyak sekali nilai kebaikan dari keteladanan Rasulullah,” ujarnya.
Ia menegaskan, RSIA Puri Bunda Madura tidak ingin hanya dikenal sebagai fasilitas pelayanan kesehatan. Lebih dari itu, pihaknya ingin rumah sakit turut hadir memberikan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.
“Kami ingin RSIA Puri Bunda bisa berkontribusi lewat kegiatan sosial seperti santunan anak yatim ini,” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di RSIA Puri Bunda Madura tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk berbagi, menghormati satu sama lain, dan membangun kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat.

