Menurut Khofifah, koperasi dan UMKM menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah dengan kontribusi sekitar 60 persen terhadap perekonomian Jawa Timur pada triwulan pertama tahun ini.
“Koperasi harus terus diperkuat agar mampu menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” ujar Khofifah.
Ia juga meminta seluruh pembina koperasi di daerah untuk aktif mendampingi pengurus KDKMP dalam menginput data ke Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (SIMKOPDES) sebagai langkah memperkuat tata kelola koperasi berbasis digital.
Selain itu, Khofifah mendorong koperasi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan artificial intelligence (AI), serta memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bulog, perbankan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga Kamar Dagang dan Industri (Kadin).
Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono menegaskan pemerintah terus mempercepat pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.
Ia menyebutkan, hingga saat ini sebanyak 18.285 unit sarana KDKMP telah selesai dibangun. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi lebih dari 30 ribu unit pada Agustus mendatang untuk diresmikan oleh Presiden.
Selain pembangunan sarana, Kementerian Koperasi juga tengah menyiapkan 30 ribu manajer KDKMP serta 5 ribu manajer Kampung Nelayan Merah Putih yang dijadwalkan mulai bertugas pada pekan pertama Agustus 2026.

