Keresahan serupa juga disampaikan masyarakat. Nur, pelaku usaha makanan di Mojokerto, mengaku prihatin dengan kondisi pemilik warung dan toko kecil yang kini harus bersaing dengan harga murah dari KDKMP.
“Kami sebagai masyarakat juga kasihan melihat pemilik warung kecil. Mereka mencari nafkah dari jualan sehari-hari, tapi sekarang harus bersaing dengan harga yang jauh lebih murah. Kalau terus seperti ini, warung-warung kecil bisa semakin sulit bertahan,” ungkapnya.
Di sisi lain, masyarakat mengakui keberadaan sembako murah memang membantu kebutuhan rumah tangga di tengah harga bahan pokok yang terus mengalami kenaikan. Namun, mereka berharap kebijakan yang diterapkan tetap memperhatikan keberlangsungan usaha kecil dan ekonomi pasar rakyat.

