Opini  

Pandangan Sukses bagi Santri

jatiminfo.id
Prof. Dr. KH. Mohammad Hasan, M.Ag. (Pengasuh PP Al Hikam Kemayoran

Kedua, dalam memberikan pandangan ini, beliau mengutip Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 216:

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: “…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”

Menurut beliau, terkadang orang tua keliru dalam memahami keinginan seorang anak. Ada yang terlalu kaku dan ngotot agar anak selalu mengikuti kehendak orang tua. Sebaliknya, ada pula yang terlalu memanjakan anak dengan memberikan kebebasan tanpa kontrol yang jelas. Padahal, yang diperlukan adalah sikap yang lebih lentur dengan tetap memberikan arahan dan pandangan yang tepat.

READ -  Ironi Madura: Mesin Triliunan Rupiah yang Sengaja Dibiarkan Miskin

Kesuksesan sesungguhnya tidak selalu datang dari apa yang dicita-citakan manusia, melainkan dari jalan terbaik yang ditunjukkan Allah SWT. Salah satu bentuknya adalah ketika seseorang dijauhkan dari kehidupan yang penuh dengan hal-hal kotor dan berbagai perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama. Oleh sebab itu, jangan pernah memutus hubungan dengan Allah SWT. Seseorang harus selalu percaya pada jalan yang telah ditetapkan-Nya.

“Pandangan kesuksesan, mohon maaf, kadang-kadang salah arah. Menurut pandangan manusia itu baik, belum tentu bagi Allah itu baik. Boleh jadi yang engkau anggap baik itu menjadi malapetaka,” kata beliau.