PAN Klaim “Partai Anak Nahdliyin”, GP Ansor Jatim: Jangan Jadi Rayuan Politik

jatiminfo.id
Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Jawa Timur, Musaffa. (Foto : Istimewa).

Surabaya – Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Jawa Timur Musaffa Safril mengkritik narasi Partai Amanat Nasional (PAN) yang menyebut diri sebagai “Partai Anak Nahdliyin”.

Narasi tersebut kembali muncul saat Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan memperkenalkan PAN sebagai “Partai Anak Nahdliyin” dalam peringatan HUT ke-28 PAN di Halaman Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (29/8/2026). Sebelumnya, pendekatan PAN terhadap kalangan Nahdliyin juga terlihat dalam Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang.

Musaffa menilai klaim PAN merangkul Nahdliyin tidak cukup dibuktikan melalui slogan maupun panggung politik. Menurut dia, hal tersebut perlu dilihat dari perlakuan terhadap kader muda NU yang selama ini mengabdi di masyarakat.

READ -  RB. Zulhazmi dari Bangkalan Sabet Emas, Dominasi Renang Pelajar Jatim 2025

“Kalau memang PAN serius merangkul Nahdliyin, jangan hanya ketika berada di panggung dan membutuhkan dukungan politik. Lihat bagaimana kader-kader muda NU yang selama ini mengabdi di desa diperlakukan,” ujar Musaffa.

Musaffa mengatakan pihaknya menerima sejumlah laporan dari kader Ansor yang bekerja sebagai pendamping desa. Menurut dia, sejumlah kader mengeluhkan pemindahan atau relokasi tugas ke daerah lain dengan jarak yang jauh dan alasan yang dinilai belum jelas.

“Banyak laporan yang masuk kepada kami. Ada kader yang mengaku dipindahkan ke daerah lain dengan jarak yang sangat jauh tanpa penjelasan yang memadai. Kader-kader ini sudah lama mengabdi mendampingi masyarakat desa. Kalau kemudian dipindahkan secara tiba-tiba, tentu muncul pertanyaan: ada apa?” katanya.